Advertisement

  • Ketidakteraturan Denyut Jantung Dampak Dari Kondisi Fisik


    Sebuah penelitian memperlihatkan sejumlah bukti bahwa denyut jantung yang cepat seringkali dijumpai pada atlet yang memiliki program latihan yang cukup berat dan kondisi itu merupakan dampak dari kondisi fisik.

    Atlet -atlet kelas dunia biasanya memiliki denyut jantung yang di bawah rata-rata denyut jantung normal pada saat tidak aktif, namun saat mereka aktif dalam olah fisik maka akan terjadi peningkatan irama jantung yang cukup cepat yang dikenal sebagai ventricular tachyarrhythmias.

    Hasil dari penelitian mengatakan 30% dari atlet kelas dunia menunjukkan mengalami ketidak teraturan denyut jantung .

    Tanpa adanya gangguan atau masalah jantung lainnya kondisi ketidak teraturan denyut jantung diperkirakan merupakan dampak dari program latihan fisik yang cukup berat dan dianggap sebagai bagian dari kondisi yang kurang baik yang dikenal dengan sebutan "jantung atlet".

    Salah satu kondisi lainnya dari jantung atlet adalah pembesaran dari bilik jantung yang memompa darah keluar yang dikenal sebagai hypertrophy ventricular kiri atau LVH.

    Pada kalangan non-atlet kondisi pathologis LVH biasanya meningkatkan resiko untuk terjadinya ventricular tachyarrhythmias saat kondisi jantung orang-orang tersebut memburuk.

    Dari penelitian yang masih berlanjut hingga kini, para ilmuwan Italia masih mencari apakah kondisi itu memiliki persamaan dengan kondisi jantung atlet kelas dunia.

    Para ilmuwan Italia meneliti 175 atlet Olimpiade dan atlet kelas dunia dengan memasang alat monitor yang dapat dibawa ke mana-mana yang merekam kegiatan jantung mereka selama 24 jam. Selain itu juga para ilmuwan meminta para atlet tersebut menjalani tes scanning ultrasonografi untuk mendeteksi LVH.

    Secara keseluruhan para ilmuwan Italia menemukan 14% dari mereka yang ikut serta dalam penelitian tersebut mengalami kondisi LVH.

    Namun tak ada indikasi bahwa LVH meningkatkan resiko ventricular tachyarrhythmias, demikian diutarakan para peneliti yang melaporkan hasil penelitian mereka, yang dimuat dalam American Jouirnal of Cardiology.

    Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berbeda dengan kasus pathologis, ventricular arrthymias yang ditemui di kalangan atlet kelas dunia tidak disebabkan oleh perubahan LVH dalam kegiatan elektrikal jantung yang diukur, " demikian dikatakan oleh Dr.Alessandro Biffi dari Komite Olimpiade Italia di Roma.

    Mereka (para ilmuwan) mengatakan adanya penyimpangan aktivitas sistem syaraf yang terjadi karena program latihan fisik yang berat kemungkinan merupakan hal yang menjadi penyebab utama terjadinya ventricular tachyarrhythmias yang akan menurun pada saat si atlet menghentikan program latihannya dan berhenti bertanding di tingkat dunia

0 comments:

Leave a Reply